Ringkasan Artikel:
Kreator Alice, American McGee, membagikan kisah di balik layar tentang pengembangan Alice: Madness Returns. Ia mengungkapkan bagaimana timnya berhasil menentang keinginan EA yang menginginkan game tersebut menjadi lebih brutal.
Visi yang Berbeda dengan EA
Dalam cuitannya baru-baru ini, American McGee membagikan kisah menarik terkait pengembangan Alice: Madness Returns. Menurut McGee, terdapat perbedaan visi yang cukup besar antara game yang ingin ia buat dengan keinginan tim marketing EA.
Tim marketing EA menginginkan Alice: Madness Returns menjadi game dengan rating "Hard M" (Dewasa) yang sangat berfokus pada elemen gore, horor, dan menampilkan sosok Alice yang "psikopat".
Penolakan Penambahan Waktu Poles
Kerja sama yang awalnya fantastis akhirnya menemui kendala. McGee menceritakan bahwa timnya membutuhkan tambahan waktu sekitar 30 hingga 60 hari untuk melakukan polesan akhir dan proses editing pada game. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak EA, yang diduga oleh McGee sebagai tindakan balas dendam.
Meski tidak mendapat tambahan waktu yang diharapkan, McGee dan timnya tetap profesional. Mereka berhasil merampungkan dan menyerahkan Alice: Madness Returns tepat waktu serta sesuai anggaran yang telah ditetapkan, tanpa ada campur tangan dari pihak EA.
Mengukir Sejarah di Industri Game
Bagi McGee, pengalaman tersebut mengukir sebuah sejarah tersendiri. Alice: Madness Returns bukan hanya sekadar judul game AAA pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim dari Tiongkok, melainkan juga game pertama yang mendapat pendanaan obligasi di sana.
Lebih dari itu, McGee dengan bangga menyatakan bahwa mereka adalah tim pertama yang berani menentang EA dan "berhasil lolos" dari konsekuensi buruk. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang kreator.
Saat ini, American McGee telah keluar dari masa pensiunnya dan tengah menggarap proyek penerus spiritual dari seri Alice, yang didasarkan pada lini mainan Plushie Dreadfuls miliknya.
Komentar (0)
Silakan Login untuk meninggalkan komentar dan membalas komentar lainnya.
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!


