Ringkasan Artikel:
Kabar mengejutkan untuk pemain League of Legends. Riot Games mengonfirmasi hanya akan merilis satu champion baru di tahun 2026, diiringi dua rework champion.
Menjelang Mid-Season Invitational (MSI) dan akhir Season 1 2026, Riot Games membagikan update terkait patch Mid-Season League of Legends (LoL). Namun, ada kabar yang cukup mengejutkan bagi para penggemar yang menantikan champion-champion baru.
Riot Games secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka hanya akan merilis satu champion baru sepanjang tahun 2026 ini. Selain perilisan satu champion tersebut, Riot juga hanya menjanjikan dua rework champion, salah satunya sudah dikonfirmasi adalah Shyvana.
Pemain Support Berharap Banyak
Kabar ini tentu menjadi pukulan, terutama bagi pemain role Support. Champion Support murni terakhir yang dirilis adalah Milio pada tahun 2022. Selama beberapa tahun terakhir, Riot lebih fokus menambah variasi di jalur lain, seperti Hwei, Aurora, dan Mel untuk Midlane, Zaahen dan Ambessa untuk Toplane, serta Yunara untuk posisi ADC.
Dengan hanya satu slot champion baru di tahun ini, banyak komunitas yang berharap Riot mendedikasikannya untuk role Support yang sudah sangat lama haus akan karakter baru yang segar.
Minimnya champion baru ini diprediksi juga akan berdampak pada skena kompetitif esports LoL. Rilisnya karakter baru biasanya menjadi bumbu perubahan meta di turnamen profesional. Tanpa adanya banyak champion baru, Riot harus memberikan perubahan besar (buff/nerf) melalui patch balance agar turnamen tidak terasa membosankan dan monoton.
Fokus Pengembangan 'League Next'
Lalu, mengapa Riot Games tiba-tiba menahan rilis champion baru? Jawabannya ada pada proyek besar yang sedang mereka kerjakan, yang santer disebut sebagai League Next (sebelumnya sering dirumorkan sebagai League 2).
Sebagian besar sumber daya tim developer Riot saat ini dialihkan untuk memperbarui game engine dan memodernisasi League of Legends secara masif. Langkah besar ini diambil agar LoL tetap relevan untuk generasi gamer masa depan, sekaligus memperbaiki berbagai isu fundamental yang sudah menumpuk selama belasan tahun game ini berjalan.
Sebagai bukti keseriusan, Riot bahkan merekrut mantan pemain profesional terkenal seperti Meteos untuk bergabung dengan Gameplay Analysis Team. Kehadiran analis tingkat tinggi dan mantan jungler pro ini diharapkan memberikan wawasan berharga selama proses perombakan besar ini.
Jadi, bagi kamu pemain setia LoL, bersiaplah untuk tahun 2026 yang mungkin terasa lebih santai dari segi konten baru, selagi Riot menyiapkan lompatan besar untuk masa depan League of Legends.
Komentar (0)
Silakan Login untuk meninggalkan komentar dan membalas komentar lainnya.
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!


